Selasa, 25 Mei 2010

fisiologi hewan air

Reproduksi
Reproduksi adalah kemampuan individu untuk menghasilkan keturunan sebagai upaya untuk melestarikan jenisnya atau kelompoknya.
Ikan umunya bereproduksi secara seksual, yaitu individu baru terbentuk dari hasil penyatuan gamet jantan dan gamet betina.
Kromosom adalah material genetik yang membawa sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya . Kromosom terdapat di dalam inti sel dan jumlahnya tetap konstan pada setiap individu dari suatu spesies.
 Tipe reproduksi
- Gonokoristik
1. Kelompok yang tidak berdiferensiasi
2. kelompok yang berdiferensiasi
- Hermafrodit
Ada yang bersifat dioecious dan ada yang monoecious,
1. Hermafrodit sinkroni
2. Hermafrodit protandri
3. Hermafrodit protogini
- Partenogenetik
Reproduksi yang beasal dari telur yang tidak terbuahi. Fenomenanya dikenal dengan ginogenesis.

 Anatomi sistem Reproduksi
Anatomi reproduksi jantan
Sistem reproduksi jantan umumnya merupakan sepasang testis yang memanjang sepanjang rongga badan dan dilengkapi dengan saluran testikular.
Testis terdiri atas jaringan-jaringan berdiameter (lobulus). Di dalamnya terdapat cyste seminiferus, spermatozoa, sel-sel sertoli, dan sel-sel Laydig. Spermatozoa dihasilkan dari cyste seminiferus.
Anatomi reproduksi betina
Sel telur dibentuk di dalam ovarium dari hasil differesiasi sel-sel germinal.
Ovarium teleostei dengsn entovarian oviducts memiliki bentuk yang lebih memanjang dengan saluran yang pendek.
 Morfologi dan Biokimia Gamet
Morfologi telur

Sel-sel telur ikan terdiri atas inti dan sitoplasma yang dibuungkus oleh membran sel .
Telur ikan mengandung :
- 64-75% air, - Ion Na + dan Ca+
- 17,6-27,7% protein, - hormon tiroxin dan triiodotironin
- 2,7-7,3% lipid - Asam aspartat
- isoleusin - Asam glutamat
- Leusin - Glikogen
- Valin - Karotenoid
- Serin

Morfologi Sperma
Spermatozoa ikan terdiri atas dua bagian yakni, kepala dan ekor, dengan panjang rata-rata total sperma adalah 40-60µ dan panjang kepala 2-3 µ. Bentuk tersebut memungkinkan sperma dapat bergerak.
Produksi sperma ikan cukup tinggi, pada ikan mas 1,9x1012 spermatozoa/kg berat badan.
Plasma seminal ikan berwarna keputih-putihan, dihasilkan dari dehidrasi testis dengan kekentalan yang tinggi.

Spermatozoa bersifat immotil dalam cairan plasmanya, akan bergerak jika bercampur dengan air. Pergerakan sperma berbentuk spiral dan dapat motil setelah 2-3 menit, bahkan pada ikan laut dapat motil lebih lama yakni lebih dari 60 menit.
Lamanya motilitas sperma dipengaruhi oleh umur dan kematangan spermatozoa, suhu, dan faktor lingkungan lain seperti osmolalitas.
Penurunan yang cepat dalam motilitas sperma berhubungan dengan pengurangan kandungan ATP.

 Siklus reproduksi
Pematangan gamet jantan

Spermatogenesis adalah terbentuknya sel-sel kelamin jantan. Dimulai dari spermatogonia kemudian mengalami mitosis berubah menjadi spermatosit primer. Selanjutnya mengalami meiosis menghasilkan spermatosit sekunder yang diploid. Kemudian membelah lagi menjadi spermatid yang haploid. Pada akhirnya terjadi pematangan spermatid menjadi spermatozoa.
Spermiasi merupakan pelepasan spermatozoa dari lumen lobulus ke dalam saluran sperma, dibawah rangsangan gonadotropin.
Pematangan gamet betina
Oogenesis adalah pembentukan gamet betina. Proses pembelahan meiosis hampir sama dengan spermatogenesis namun bersifat tidak seimbang karena nutrisi pada oosit primer tidak terbagi secara merata. Pembelahan yang besar banyak mengandung yolk yang disebut oosit sekunder, sedangkan pembelahan yang kecil disebut polar bodi. Pada polar bodi mengadung kromosom yang sama pada oosit sekunder namun tidak berfungsi sebagai seks sel.

fertilisasi
Ada dua bentuk fertilisasi pada ikan, yakni internal dan eksternal.
Zat yang menekan motilitas spermatozoa adalah androgamon I dan yang menetralisisr hal ini adalah gimnogamon I. Zat yang menggumpalkan spermatozoa adalah gimnogamon II dan yang menetralisir hal ini adalah androgamon II. Zat-zat ini dihasilkan oleh sel telur.

PENCERNAAN
Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melalui mekanisme fisik dan kimiawi sehingga makanan manjadi bahan yang mudah diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui system peredaran darah. Secara umum, proses pencernaan ikan sama dengan vertebrate yang lain, namun ikan memiliki beberapa variasi, terutama dalam hubungannya dengan cara memakan. Proses pencernaan dan absorbsi berlangsung di dalam saluran pencernaan. Proses ini berfungsi menyediakan suplai kebutuhan tubuh akan air, mineral, vitamin, dan zat gizi. Pengetahuan mengenai proses pencernaan perlu diketahui dalam mengkaji nutrisi ikan budidaya, karena nutrisi ikan menentukan pertumbuhan.
Struktur dan Fungsi Alat dan Kelenjar Pencernaan
Alat pencernaan ikan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Pada umumnya saluran pencernaan ikan dimulai dari mulut, faring, esofagus, lambung, pylorus, usus, rectum, dan anus. Sedangkan sel atau kelenjar pencernaan terdapat pada lambung, hati, dan pankreas.
a. Struktur dan fungsi saluran pencernaan
Secara anatomis, struktur alat pencernaan ikan berkaitan dengan bentuk tubuh, kebiasaan makanan (kategori ikan) dan kebiasaan makan (tingkah laku makan) serta umur (stadia hidup) ikan.
Berdasarkan kebiasaan makanannya, ikan dikelompokkan kedalam3 kategori, yaitu herbivora yang sebagian besar makanannya terdiri atas tumbuhan; ikan karnivora yang sebagian makanannya terdiri dari hewan; dan ikan omnivora yang makanannya terdiri dari tumbuhan dan hewan. Perbedaan yang mencolok dari ketiga kategori ini terletak pada struktur gigi pada rongga mulut, struktur tapis insang pada segmen faring, keberadaan dan bentuk lambung, dan panjang usus.

Organ/Segmen Herbivora Omnivora Karnivora
Tapis insang Banyak, panjang-panjang dan rapat Sedang Sedikit, pendek dan kaku serta jarang
Rongga mulut Sering tidak bergigi Bergigi kecil Umumnya bergigi kuat dan tajam
Lambung Berlambung palsu atau tidak berlambung Berlambung denganbentuk kantung Berlambung dngan bentuk tabung
Usus Sangat panjang, beberapa kali panjang tubuhnya Sedang, 2-3 kali panjang tubuhnya Pendek, kadang lebih pendek dari pada panjang tubuhnya

1. Mulut
Bagian terdepan dari mulut adalah bibir. Pada ikan tertentu bibir ini tidak berkembang dan malah hilang secara total karena digantikan oleh paruh atau rahang, sepeti pada ikan family Scaridae, Diodontidae, Tetraodontidae,dll. Pada ikan lain seperti ikan belanak (Mugil sp), ikan tambakan (Helostoma temminckii), dan beberapa jenis ikan lainnya, bibir berkembang dengan baik dan menebal, bahkan bibirnya dapat disembulkan. Bentuk bibir ini tampaknya erat kaitannya dengan cara mendapatkan makanan.
Di sekitar bibir pada ikan-ikan tertentu misalnya ikan lele (Clarian batracus),ikan mas (Cyprinus carpio), ikan arwana (Sclerophagus formasus) terdapat sungut. Sungut ini merupakan perpanjangan dari ujung lateral tonjolan bibir. Sungut ini berkaitan erat dengan kebiasaan makan ikan. Sungut dimiliki oleh ikan-ikan yang kebiasaannya mencari makan di dasar perairan, dalam hal ini berperan sebagai alat pendeteksi makanan dan alat peraba.

Posisi mulut ikan juga bervariasi, contohnya pada ikan mas, memiliki mulut di ujung hidung (termina); ikan kuro (Eletheronema tetradaktilus) terletak pada dekat ujung hidung (subterminal); pada ikan julung-julung (Dermogenys sp) mulut terletak diatas hidung (superior); dan pada ikan pari (Dasyatis sp) mulut terletak dibawah (inferior).

Ukuran bukaan mulut juga penting diperhatikan bagi kegiatan makan ikan. Ikan-ikan predator memiliki bukaan mulut yang relatif lebih besar dibanding ikan-ikan herbivor. Ikan –ikan kecil juga berbeda ukurannya dibandingkan ukuran ikan yang telah dewasa.

Pada pemeliharaaan larva, kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oleh ketersediaan makanan yang ukurannya sesuai dengan bukaan mulut ikan. Contohnya rotifer yang disukai oleh larva ikan kakap (Lates calcalifer) ketika pertama kali makan adalah 33-35% dari ukuran bukaan mulutnya.

2. Rongga mulut
Rongga mulut berhubungan lansung dgn segmen faring, terdiri atas gigi, lidah, dan organ palatin. Permukaan mulut terdiri dari epithelium yang berlapis yang terdapat sel penghasil lender (mukosit). Permukaan mulut juga terdiri dari taste receptor yang terletak pada dinding ronga mulut yang terkadang memanjang ke bagian faring.
Gigi ikan adalah organ pencerna makanan mekanik yang pertama, berperan dalam mengambil mencengkeram, merobek, memotong, atau menghancurkan makanan. Pada ikan herbivora pemakan tumbuhan air, gigi dapat ditemukan walaupn jumlahnya dan ukurannya tidak begitu berarti. Pada ikan pemakan fitoplankton gigi tidak lagi ditemukan.
Lidah merupakan suatu penebalan dari bagian depan tulang yang terdapat di dasar mulut. Permukaannya diselaputi epithelium dan taste receptor.
Palatin terletak di langit-langit bagian belakang yang merupakan penebalang lapisan mukosa. Berfungsi selain perperan dalam proses penelanan makanan dan membantu dalammembuang kelebihan air pada makanan yang dimakan, juga penting daam ppemompaan air dari rongga mulut ke bagian rongga insang pada mekanisme pemompaan air.
3. Faring
Proses penyaringan makanan terjadi pada segmen ini karena tapis insang mengarah ke segmen faring. Alpisan fariing hamper sama dengan rongga mulut dan masih terdapat taste receptor. Jika material yang masuk bukan makanan maka akan dibuang melalui celah insang.

4. Esofagus
Merupakan permulaan dari saluran pencernaan yang berbentuk pipa. Pada ikan yang tidak memiliki lambung maka esofagus berbatasan langsung dengan usus depan. Selain berfungsi dalamproses penelanan makanan, esofagus pada ikan laut berperan dalam penyerapan garam melalui difusi pasif sehingga konsentrasi garam air laut yang diminum menurun ketika berada pada segmen lambung dan usus.

5. Lambung
Berfungsi sebagai penampung makanan. Pada ikan tidak berlambung, fungsi penampungan makanan digantikan oleh usus depan yang dimodifikasi menjadi kantung yang membesar seperti pada ikan herbivora. Selain menampung makanan, lambung juga berfungsi mencerna makanan.
Seluruh permukaan lambung ditutupi oleh selmukus yang mengandung mokopolisakarida yang agak asam sebagai pelindung dinding lambung dari kerja asam klorida.
Asam klorida meruppakan komponen cairan yang secara langsung melepuhkan makanan. Makanan yang keras seperti cangkang dan komponen tulang dapat menjajdi lunak. HCl menyebabkan pH isi lambung menurun menyebankan aktivitas enzim proteolitik terutama pepsin meningkat. Dengan demikian pencernaan secara kimiawi dapat berlangsung baik. Kondisi keasaman lambung bergerak sesuai ritme makan.

6. Pilorus
Merupakan segmen yang terletak menyempit akibat pelebaran lapisan otot antara lambung dan usus, berfungsi sebagai pengatur pengeluaran makanan dari lambung ke segmen usus. Mekanisme pembukaan dan penutupan rongga pylorus dikendalikan oleh system saraf dan hormon. Adapun sebagai pemicu adalah viskositas tertentu makanan yang ada pada lambung. Pada ikan tidak berlambung, segmen pylorus tidak ditemukan.

7. Usus
Usus merupakan segmen terpanjang dari saluran pencernaan. Panjang usus ini berhubungan erat dengan kebiasaan makanan ikan, bergantung pada lamanya makanan dicerna. Pada bagian depan usus terdapat 2 saluran, yaitu saluran yang berasal dari kantung empedu dan yang berasal dari pancreas. Pada ikan-ikan yang pankreasnya menyebar pada organ hati (hepatopankreas) terdapat 1 saluran dari empedu saja (ductus choledocus).
Bntuk sel yang umum terdapat pada usus adalah enterosit dan mukosit. Enterosit adalah sel yang paling dominan Enterosit merupakan sel yang permukaan atasnya (mengarah ke rongga usus) memiliki mikrovili yang berperan dalam penyerapan makanan.
Mukosit merupakan sel berbentuk piala, permukaannya terdapat mikrovili, bagian bawahnya terdapat butiran-butiran yang disebut mucigen sebagai hasil sintesa sel. Mucigen ini akan berubah menjadi lender yang berfungsi sebagai pelumas dan pelindung usus.

8. Rectum
Merupakan segmen saluran pencernaan yang terujung. Segmen rectum berfungsi dalam penyerapan air dan ion. Pada ikan, rectum juga berfungsi untuk penyerapan protein.

9. Kloaka
Merupakan tempat bermuaranya saluran pencernaan dan saluran urogenital. Katub kloaka terletak pada lubang pengeluaran sisa makanan (feses).

10. Anus
Anus merupakan bagian terujung dari saluran pencernaan. Pada ikan teleostei anus terletak di depan saluran genital. Pada ikan ikan yang betuknya memanjang, anus terletak jauh dari kepala dan dekat daripangkal ekor, sedangkan ikan-ikan yang bentuknya membundar, posisi anus terletak jauh di depan pangkal ekor mendekati sirip dada.

b. Struktur dan fungsi kelenjar pencernaan
1. Lambung
Sselain sel-sel yang mensekresi ukus, lambung juga mempunyai kelenjar gastric. Sel-sel penghasil cairan gastric terletak di bagian bawah lapisan epithelium, berfungsi mensekresi pepsin dan asam klorida (HCl).

Mekanisme ekskresi HCl :

2. Hati dan kantung empedu
Hati memiliki peranan kunci dalam mengontrol fuungsi-fungsi kehidupan dan memiliki peranan penting dalam proses-proses fisiologis. Organ ini adalah merupakan kelenjar kompak berwarna kecoklatan, parenkimnya sangat homogeny dan selnya bernentuk polygonal. Tersusun oleh sel-sel hati (hepatosit) dan di antara sel-sel tersebut banyak kapiler darah dengan sinusoid. Seluran empedu terbentuk diantara sel-sel hati, saluran-saluran empedu akan bergabung dan membentuk saluran utama yang disebut saluran hepatik.
Ketika berada di dallam kantung empedu, bile mengalami kepekatan, yaitu diserapnya sejumlah air oleh epithelium kantung sehingga dihasilkan cairan empedu. Cairan ini akan dikeluarkan dari kantung empedu melalui saluran sistik kemudian akan melewati saluran ductus choledocus menuju usus dengan untuk digunakan dalam proses pencernaan (melarutkan lemak dalam air).
Selain memproduksi cairan empedu, hati merupakan tempat metabolisme karbhidrat, protein, dan lemak.Glukosa yang berasal dari usus diubah menjadi glikogen melalui proses glikogenesis dengan kontrol enzim glicogensynthase. Sel hati juga dapat menghasilkan glukosa dari bahan bukan karbohidrat (asam amino, gliserol, laktat, dan pirufat) melalui proses glokuneogenesis. Glukosa dibebaskan dari bentuk glikogen melalui proses glikogenolisis.
Pada hati, asam lemak yang bergabung dengan protein menjadi lipoprotein disisintesa. Butiran lemak yang dihasilkan disimpan dalam organ visceral (seperti usus dan gonad).
3. Pankreas
Memiliki dua tipe yaitu sel eksokrin dan endokrin membentuk kompak atau menyebar dalam hati. Sel endokrin mensintesa hormone, sedangkan eksokrin mensintesa enzim. Hasil utama pancreas adalah enzim pencernaan yakni enzim protease, amylase, khitinase, dan lipase. Pada kondisi tidak ada caiiran pancreas, maka hanya ada 50% dari protein yang dikonsumsi dapat diserap, sedangkan lemak hanya 10% , dan selebihnya terbuang bersama feses.

Pergerakan Makanan Melalui Saluran Pencernaan
Makanan yang dimakan oleh ikan akan masuk ke dalam lambung. Sambil dicerna makanan tersebut perlahan-lahan masuk ke usus di mana penyerapan zat-zat makanan hasil pencernaan mulai terjadi, dan sisa makanan yang tidak dapat diicerna akan diikeluarkan oleh usus.
Pergerakan makanan terjadi karena adanya kontraksi saluran cerna berupa gerakan mencampur yang membuat isi usus terus-menerus tercampur setiap saat, dan gerakan mendorong (peristaltik) yang menyebabkan makanan berggerak sepanjang saluran cerna dengan kecepatan yang sesuai dengan pencernaan dan penyerapan. Peristaltik merupakan sifat yang terdapat pada otot polos dan peregangan pada sembarang tempat (disebabkan pengumpulan sejumlah makanan) menyebabkan cincin berkontraksi. Selain gerakan peristaltik, pergerakan makanan juga dipengaruhi oleh kontraksi pencampur (segmentasi), yang menciptakan ritme gerakan mondar-mandir pada lekukan percernaan berulang-ulang sehingga menghasilkan pencampuran yang cepat.


Pencernaan Makanan
Enzim pencernaan, adalah katalisator biolois dalam reaksi-reaksi kimia. Bahan dasar enzim adalah protein. Aktifitas enzim tergantung pada suhu, pH, dan inhibitor. Pada suhu 0-40ᵒC kecepatan reaksi meningkat seiring dengan peningkatan suhu sehingga energy panas tersedia lebih banyak. Namun pada suhu yang lebih tinggi (˃45ᵒC) peningkatan suhu akan menurunkan kecepatan reaksi, karena di atas suhu tersebut enzim mengalami denaturasi, sehingga tidak dapat menghasilkan produk.
Perubahan pH menyebabkan perubahan derajat ionisasi uang memungkinkan mendorong atau mencegah pembentukan komplek enzim substrat. Diluar pH optimum kecepatan reaksi berkurang dengan cepat.
Inhibitor adalah senyawa yang menyebabkan aktifitas terhambat. Apabila enzim membentuk komplek dengan inhibitor maka enzim tersebut tidak dapat berfungsi sebagai katalisator.

Protease, terdiri dari endopeptidase yang berperan sebagai katalisator dalam menghidrolisis rantai peptid bagian tengah dan rantai peptid yang sangat spesifik, dan eksopeptidase berperan dalam pelepasan ujung asam amino.
Lipase dan Esterase, adalah enzim yang berperan dalam katalisis bagi hidrolisis lemak.
Karbohidrase, seperti amylase, maltse, glikogenase.
Pencernaan protein: denaturasi protein yang berperan adalah kerja HCl dan dihidrolisis oleh enzim pepsin sehingga protein berubah menjadi peptid.
Pencernaan lemak: mulai terjadi di lambung dan intensif terjadi di usus. Lemak diubah menjadi partikel kecil disebut micel oleh garam empedu dan lipase pankreatik.
Pencernaan karbohidrat: terjadi di lambung dan intesif terjadi di usus yang memiliki enzim amylase pankreatik. Amilium (zat tepung) dan glikogen dihidrolisis oleh enzim amylase menjadi maltose dan dekstrin. Maltose dan dektrin ini akan dihidrolisa oleh enzim lactase menjadi glukosa. Disakarida dihidrolisis oleh enzim lactase atau sukrase menghasilkan galaktosa, glukosa, dan fruktosa. Galaktosa dan fruktosa diubah menjadi glukosa, begitu juga dengan selulosa. Dalam bentuk glukosa ini karbohidrat dapat diserap oleh dinding usus.
Penyerapan Makanan
PAda proses penyerapan, bahan-bahan siap pakai, vitamin, dan mineral melewati membrane sel. Tenaga pengangkut terdiri dari, 1) energy kinetic dari ion-ion dan molekul tersebut, biasanya dalam bentuk larutan, atau kadang-kadang dalam bentuk gas. 2) tenaga penggerak yang membutuhkan enzim.
Masuknya bahan ke dalam eritrosit dapat melalui bebrapa cara , antara lain difusi, osmose, transport aktif, dan endositosis.

METABOLISME
• Tingkat metabolisme terbagi 3, yaitu:
1. Metabolisme basal
Suatu keadaan organisme telah selesai proses penyerapan, rileks, temperatur tubuh tetap, dan bebas dari rasa tertekan.
2. Metabolisme standar
Keadaan konsumsi oksigen oleh organisme untuk digunakan dalam kegiatan keseharian.
3. Metabolisme aktif

Keadaan konsumsi oksigen oleh organisme untuk mengeluarkan energi yang berlebihan
• Semua reaksi metabolisme dikatalisis oleh enzim.
• Sebagian besar reaksi kimia dalam sel berhubungan dengan proses penyerapan energi dari makanan (karbohidrat, lemak, dan protein), yang dapat dioksidasi di dalam sel.
• Energi yang dikeluarkan oleh oksidasi dinamakan energi bebas. Energi bebas biasanya dinyatakan dalam kalori per l mol zat. Misalnya energi bebas yang dikeluarkan oleh oksidasi 1 mol glukosa (180 gram glukosa) adalah 686.000 kalori.
• Setiap ikatan radikal fosfat pada ATP/ADP/AMP adalah 8000 kalori dalam keadaan suhu dan konsentrasi rekatan dalam tubuh.

Metabolisme karbohidrat
• Hasil akhir dari pencernaan karbohidrat adalah monosakarida glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
• Ketika masuk ke dalam sel, monosakarida bergabung dengan radikal fosfat sebagaimana contoh reaksi berikut :
glukokinase
Glukosa Glukosa 6 fosfat
+ ATP

• Enzim glukokinase mempermudah fosforilase glukosa, fruktokinase mempermudah fosforilase fruktosa, dan galaktokinase mempermudah fosforilase galaktosa.
• Setelah absorbsi ke dalam sel, glukosa dapat digunakan untuk menghasilkan energi, yaitu melalui proses glikolisis.
• Glikolisis aerob adalah pemecahan molekul glukosa menjadi dua molekul asam pirufat melalui 10 reaksi kimia yang disingkat sebagai berikut :
Glukosa + 2ADP + 2 PO4 2 asam piruvat + 2ATP + 4H

Reaksi ini dipercepat oleh enzim sebagai katalisator. Proses ini terjadi di dalam sitoplasma.

• Bahan kimia lemak dalam makanan terdiri atas lemak netral (trigliserida), fosfolipid, kolesterol, dan beberapa senyawa lain.
• Trigliserida dan fosfolipid adalah asamlemak yang merupakan asam organik hidrokarbon sederhana berantai panjang.
• Ada pula asam lemak khusus, asam palminat
CH3(CH2)14 COOH
• Kolesterol tidak mengandung asam lemak, inti sterolnya disintesis dari degradasi molekul asam lemak.
• Peranan biologi yang penting dari lemak adalah: (1) komponen struktur hewan (2) lapisan pelindung pada beberapa jasad (3) bentuk energi cadangan (4) komponen permukaan sel yang berperan dalam proses interaksi antara sel dan senyawa kimia di luar sel , seperti dalam proses kekebalan jaringan (5) sebagai komponen dalam proses pengangkutan melalui membran.

• Lipid ikan bersifat tidak jenuh sebagaimana pada lemak mamalia, dapat dicerna dan diasimilasi, tetapi tidak dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan atau untuk energi.
• Trigliserida dapat dikonversi menjadi fosfolipid dengan melepas satu dari tiga asam lemak dari gliserol dan menggantikannya dengan kelompok fosfat.
• Fosfolipid adalah komponen penting dalam pembentukan struktur membran sel sehingga esensial dalam membentuk jaringan baru.
Lipid juga berfungsi sebagai bahan pelarut berbagai vitamin yang tidak larut dalam air

Metabolisme protein
• Protein panjangdalam tubuh terdiri dari protein struktural, enzim, gen, protein yang mentranspor oksigen, protein otot yang menyebabkan kontraksi, dan banyak jenis protein lain baik intrasel maupun ekstrasel.
• Protein tersusun dari rantai panjang asam amino , asam aminonya (-NH2) berikatandengan kelompok carboxil (-COOH).
• Ada 21 jenis asam amino. 10 diantaranya esensial terdapat dalam makanan, yaitu treonin, lisin, metionin, arginin, valin, penilalanin, triptopan, leusin, isoleusin, dan histidin. Selebihnya adalah glisin, alanin, serin, cistein, asam aspartik, asam glutamik, hodroxilisin, cystin, tirosin, prolin, dan hidroxypolin.
• Asam amino yang masuk ke dalam sel disimpan dalam bentuk protein sehingga asam amino di dalam sel selalu rendah. Asam amino ini dapat ditranspor kembali ke luar sel.
• Sel memiliki batas tertentu dalam menyimpan protein, setiap penambahan yang berlebih akan didegradasi, yaitu dipecahkan dan digunakan untuk energi atau ditimbun sebagai lemak.

Metabolisme vitamin dan mineral
• Vitamin merupakan senaywa organik yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit untuk bekerjanya metabolisme secara normal dan tidak dapat dibuat dalam sel tubuh, demikian juga mineral.
• Vitamin B kompleks dibutuhkan untuk menjamin proses metabolisme berlangsung normal.
• Vitamin lain yang dibutuhkan adalah pyridoxine, riboflavin, asam panthotenik, vitamin A, K, dan E.
• Fungsi utama mineral dalam tubuh : (1) struktural – calsium, posphorrus, fluorine, dan magnesium (untuk formasi tulang dan gigi ) (2) respirasi – iron, copper, dan cobalt (untuk formasi dan fungsi hemoglobin) (3) metabolisme umum (untuk funsi sel dan tubuh).
• Fungsi lain, sodium, potasium, calsium dan chlorine digunakan untuk regulasi osmotik. Ion klorine digunakan untuk pembentukan asam lambung, dan bersama magnesium dan phosphorrus dibutuhkan untuk aktivitas enzim pencernaan.
• Phosphore sendiri dibutuhkan dalam pembentukan ATP dan komponen energi lain.


PERTUMBUHAN
Aspek-Aspek Pertumbuhan
• Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume karena adanya penambahan substansi yang bersifat irreversible.
• Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh pada siklus hidup hewan tertentu dari embrio sampai dewasa. Metamorfosis dibagi menjadi dua macam, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis sempurna dicirikan dengan perubahan bentuk yang berbeda pada setiap fase metamorfosis. Sedangkan metamorphosis tidak sempurna ditandai dengan bentuk tubuh yang sama tetapi ukuran tubuh berbeda pada setiap fase metamorfosis.
• Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan hewan dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri atas gen dan hormon. Sedangkan factor eksternal terdiri atas air, makanan, dan cahaya.

1. Gen
Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. Gen akan mengendalikan pola pertumbuhan dan perkembangan hewan.

2. Hormon
Hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan hewan adalah hormon somatotrof (hormon pertumbuhan). Bila hewan kekurangan hormone pertumbuhan, maka pertumbuhan akan terhambat sehingga badannya kerdil. Bila kelebihan hormon pertumbuhan, maka akan mengalami pertumbuhan raksasa.

3. Makanan
Makanan sangat diperlukan oleh hewan. Makanan digunakan sebagai zat pembangun tubuh dan sumber energi.

4. Air
Air merupakan pelarut dan media untuk terjadinya reaksi metabolisme tubuh. Reaksi metabolisme ini akan menghasilkan energi, membantu pembentukan sel-sel yang baru, dan memperbaiki sel-sel yang rusak.

5. Cahaya Matahari
Cahaya matahari sangat diperlukan dalam pembentukan vitamin D. Vitamin itu diperlukan dalam pembentukan tulang.




Kurva Pertumbuhan

Hormon Pertumbuhan
Hormon adalah senyawa yang bersifat membangkitkan aktifitas.
Hormon-hormon yang berperan dalam proses pertumbuhan adalah:
1. Hormon Pertumbuhan pertumbuhan sel tulang
2. Hormon Tiroid pertumbuhan dan pematangan sel
3. Hormon Seks Steroid pertumbuhan dan pematangan jenis kelamin
4. Hormon Kortisol metabolisme sel


• Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan disebut juga Somatotropin /Growth Hormon (GH) adalah hormon yang dihasilkan dari hipofisis anterior sehingga disebut hormone adenohipopisa.
Pengaruh hormon ini berupa efek metabolik yang tidak berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu memobilisasi simpanan lemak dan regulasi penyimpanan glukosa; efek terhadap pertumbuhan jaringan lunak, yaitu merangsang sintesis protein dan menghambat penguraian protein; dan efek terhadap pertumbuhan tulang, yaitu merangsang proliferasi tulang rawan yang meningkatkan penebalan dan pertumbuhan tulang.

Efek GH tidak langsung terhadap sel sasaran, tetapi melalui Somatomedin/Insulin Growth Hormon (IGF). IGF diinduksi oleh GH. IGF dibentuk di dalam hati. IGF merangsang pembelahan dan pertumbuhan sel.

• Hormon Tiroid
Hormon tiroid dihasilkan dari kelenjar tiroid. Hormon ini terdiri atas dua macam, yaitu tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3).
Efek hormon tiroid adalah merangsang ekskresi GH dan mendorong IGF dalam sintesis protein struktural.

• Hormon Seks Steroid
Hormon seks steroid terdiri atas dua macam, yaitu testosteron dan estrogen. Testosteron berasal dari kelenjar testis, sedangkan estrogen disintesa dalam ovari.
Efek testosteron adalah merangsang pematangan organ reproduksi. Sedangkan efek estrogen adalah memacu pertumbuhan dan proliferasi dan differensiasi sel organ reproduksi sehingga besar maupun jumlah sel bertambah dengan cara memacu transkripsi dan duplikasi DNA.

• Hormon Kortisol
Hormon ini dihasilkan dari sintesa kolesterol di dalam kelenjar adrenal. Jenis hormon ini yaitu glukokortikoid. Efek metaboliknya adalah merangsang glukoneogenesis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar